Pengalaman Bisnis Jualan Roti Keliling

Perayaan Lulus SMA | Pixabay.com

Perayaan Lulus SMA | Pixabay.com

Semenjak lulus SMA , saya sebenarnya ingin melanjutkan kuliah. Namun karena terkendala biaya hasrat, itu tak pernah terwujud. Enam bulan setelah kelulusan saya memutuskan merantau ke Jakarta, namun apa yang saya bayangkan tidak sesuai dengan kenyataan. Dulu saya kira Jakarta adalah tempat terbaik untuk mewujudkan cita-cita.

Seperti pada artikel sebelumnya, saya ke Jakarta karena memang ada lowongan kerja yang ditawarkan oleh saudara. Namun pekerjaan yang dinanti tak pernah terealisasi.

Di Jakarta saya tinggal bersama bapak, tepatnya di Pademangan, Ancol, Jakarta Utara. Tempatnya sangat panas, kumuh dan kotor. Malam harinya tidur bersama dalam satu ruangan. Ada sekitar 20 orang , sehingga kalau dilihat seperti ikan pepes.

Saat tidur wajib hukumya memakai kaos kaki, baju lengan panjang, celana panjang dan autan. Kalau tidak, siap-siap aja badan habis dimakan nyamuk.

Tidak betah di Jakarta, saya memutuskan kembali ke kampung.

Kembali ke Kampung Halaman

Kantor Kepala Desa Maribaya, Kampung halamanku | Via Google Street

Kantor Kepala Desa Maribaya, Kampung halamanku | Via Google Street

Di kampung keadaannya tak lebih baik. Jumlah lowongan kerja yang ada tidak sebanding dengan jumlah pelamar. Ditambah lagi banyak lulusan – lulusan baru yang pemikirannya sama seperti saya. Yaitu cari kerja .

Dengan modal motor punyak adek yang masih kredit, saya berangkat ke Kantor Ketenagakerjaan mencari informasi lowongan kerja. Kebanyakan perusahaan mencari pelamar yang pendidikannya minimal D3, sedangkan untuk lulusan SMA sangat jarang sekali.

Sekitar seminggu bolak-balik ke kantor ketenagakerjaan, ada lowongan menjadi penjual roti keliling. Karena kepepet dan sudah pusing ,tanpa banyak pikir lagi besoknya langsung menyerahkan lamaran.

Menjadi Sales Roti Keliling

Saya sudah yakin akan diterima kerja, karena pekerjaan seperti itu sangat jarang sekali yang akan melamar. Apalagi untuk lulusan SMA yang tingkat gengsinya masih tinggi.

Saya pun diterima dan memulai pekerjaan pertama ku menjadi sales roti keliling. Tugasnya cukup mudah, namun kalau bagi yang baru terjun akan kesulitan seperti saya.

Seperti Inilah Saya Dulu Bekerja via Google Images

Seperti Inilah Saya Dulu Bekerja via www.kabaredemak.com

Roti yang dijual adalah jenis roti kering yang harga ecerannya seribu rupiah. Saya disuruh membawa 300 roti yang dimasukan ke dalm box/kotak dibelakang motor. Tentu motor yang dipakai adalah motor sendiri.

bisnis jualan roti

Jenis Roti Yang Saya Jual ( MP Bakery) | www.kabaredemak.com

Dari 300 roti itu akan dititipkan ke setiap warung masing-masing 10 buah roti. Jadi saya harus mencari  30 warung setiap hari selama satu minggu. Maka total warung yang akan dititipi berjumlah 210 warung dan jumlah roti yang ditipkan sebanyak 2100 roti.

Dan minggu-minggu berikutnya tugasnya mengunjungi warung – warung yang telah dititipi untuk memeriksa roti yang laku ataupun yang belum laku. Untuk harga jual ke warung adalah rp.850.

Dari pekerjaan itu saya digaji 600,000 dan uang harian 15,000.

Mulai Mencoba Berbisnis Jualan Roti Sendiri

Sekitar enam bulan menjalani pekerjaan yang cukup melelahkan. Saya semakin paham pola bisnisnya. Saya pun memberanikan diri bertanya kepada bos tentang bagaimana kalau saya mengambil untung sendiri tanpa digaji. Si bos pun mengiyakan namun dengan bebrapa syarat.

Yang pertama ,saya harus membeli satu roti seharga rp. 710, artinya saya hanya mengambil untung rp.140 per roti. Yang kedua roti yang tidak laku maka akan ditanggung oleh saya. Yang ketiga , saya harus membayar 50% dari jumlah roti yang ditipkan ke warung-warung di saat awal jualan.

Berat memang namun saya beranikan diri untuk mengambil kesempatan ini. Tapi saya bilang hanya berani membayar empat juta dulu dari 50%. Lalu darimana saya bisa apat uang sebanayk itu? Saya memberanikan diri meminjam uang ke teman yang kebetulan punya usaha konter hp.

Saya Meminjam Uang ke Teman Sebesar 4 Juta

Saya Meminjam Uang ke Teman Sebesar 4 Juta | metromerauke.com

Saya menjanjikan 100,000 setiap minggunya ditambah uang yang saya pinjam itu. Dan teman saya pun menyetujui.
Saat itu langsung memasang target, harus menjual 500 roti dalam sehari. Jadi kalo dijumlah keuntungan yang didapatkan sekitar 70,000. Hampir 8 bulan semua nya lancar, karena kualitas rotinya memang bagus.

Bangkrut, Pusing dan Jual Motor

Stress dan Pusing Yang Saya Alami Waktu Itu

Stress dan Pusing Yang Saya Alami Waktu Itu | pixabay.com

Tak selamanya bisnis berjalan mulus. Menuju satu tahun anniversary bisnis rotiku. Semuanya berubah, kualitas roti yang semakin buruk, serta persaingan dari merek roti lain yang memberikan harga lebih murah ke warung-warung. Membuat bisnisku semakin tak menentu.

Motor Jupiter MX Saya Jual | Google

Motor Jupiter MX Saya Jual | arfevolutionm.wordpress.com

Tingkat penjualan menurun drastis. Dari sepuluh roti yang saya titipkan , rata-rata hanya lima yang laku. Jelas itu adalah musibah. Roti yang tidak laku harus saya tanggung, dan tiap minggu harus setor 100,000 ke teman saya.
Karena sudah pusing, saya berhenti jualan roti dan menjual motor yang baru lunas untuk membayar hutang saya.

Apakah saya menyesal telah mengambil keputusan untuk berbisnis roti keliling ? Tentu saja jawabannya tidak!.

Banyak sekali pelajaran yang saya ambil dari pengalaman itu. Tentang manajemen keuangan, membaca pasar dan cara bekerjasama dengan partner.

Bacaan Lainnya
1 reply

Trackbacks & Pingbacks

  1. […] kamu sudah membaca cerita saya yang berjudul pengalam bisnis jualan roti keliling. Mungkin kamu penasaran tentang apa yang selanjutnya saya lakukan. Nah, artikel ini adalah lanjutan […]

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Berikan Komentar