Budidaya sengon

Langkah-langkah Menanam Sengon Disertai Cara Perawatannya

Budidaya Sengon  – Pohon sengon atau albasia merupakan pohon peneduh dan penghasil kayu. Mempunyai nama latin Albizia chinensis. Pohon ini tumbuh dan tersebar secara alami di India, Asia Tenggara, cina Selatan dan Indonesia.

Budidaya sengon

www.rri.co.id

Di indonesia , pohon sengon mempunyai banyak nama unik seperti Jeunjing (Jawa), jeunjung laut (Sunda), kalbi, sengon landi, sengon laut, sengon sabrang, seja (Ambon), sikat (Banda), tawa (Ternate) dan gosui (Tidore).

Selain tumbuh secara alami, pohon ini juga ditanam dengan cara dibudidayakan.Ini dikarenakan pohon sengon mempunyai nilai ekonomi tinggi, terutama kayunya.

Kayu sengon dapat dimanfaatkan dalam pembuatan kertas, korek api, pulp, furniture dan lain-lain.

Sekilas Tentang Pohon Sengon

Sebelum kita membahas cara menanam pohon sengon, ada baiknya kita mengenal pohon yang dalam bahasa Vietnam disebut Cham ini.

Batang

Batang Pohon Sengon

sinarrayagroup.wordpress.com

Pohon ini memiliki ciri pepagan atau lapisan luar yang halus, warnanya abu-abu gelap dengan gigir-gigir melintang. Untuk ukuran ada yang sedang ada juga yang tinggi hingga 30-45 meter. Dan diameter batangnya mencapai 70-140 cm.

Berat jenis kayu sengon rata-rata 0,33 dan termasuk kels IV-V. Bentuk tajuk sengon menyerupai payung dengan daun yang tidak terlalu lebat.

Bentuk daun sengon tersusun majemuk menyirip ganda dengan anak daunnya yang kecil dan mudah rontok. Sengon mempunyai warna daun hijau pupus yang berfungsi untuk memasak makanan sekaligus penyerap nitrogen dan karbon dioksida.

Akar

Lanjut ke bagian akar. Pohon sengon memiliki jenis akar tunggal yang menembus ke dalam tanah. Selain itu ada akar rambut yang tidak terlalu besar, tidak rimbun dan tidak menonjol ke permukaan tanah.

Akar rambut pada pohon sengon berfungsi untuk menyimpan nitrogen. Itulah sebabnya tanah di sekitar sengon menjadi subur.

Bunga

Bunga tanaman sengon tersusun dalam bentuk malai berukuran sekitar 0,5-1 cm. Dengan warna kekuning-kuningan dan berbulu tipis. Setiap kuntum bunganya mekar terdiri dari bunga jantan dan betina.

Dalam proses mekarnya dibantu oleh angin dan serangga. Pohon sengon juga memiliki buah, bentuknya pipih, polong dan tipis, panjangnya sekitar 7-12 cm.

Di dalam satu buah tersebut berisi 15-30 biji. Bentuk bijnya mirip dengan perisai kecil dan kalau sudah dewasa/tua warnaya akan berubah menjadi cokelat kehitaman, berlilin dan keras.

Habitat Pohon Sengon

Tanah

Pohon ini tumbuh dengan sangat baik di tanah regosol, latososl dan aluvial yang bertekstur lempung berpasir atau berdebu ber pH tinggi (6-7).

Iklim

Tumbuhan sengon dapat tumbuh optimal pada ketinggian antara 0 s/d 800 mdpl. Namun masih bisa tumbuh sampai ketinggian 1500 mdpl. Pohon ini termasuk tumbuhan tropis yang memerlukan suhu sekitar 18 – 27 derajat celcius untuk tumbuh.

Curah Hujan

Dalam pertumbuhannya, setiap tanaman termasuk sengon sangat membutuhkan curah hujan. Karena curah hujan mempunyai fungsi yang penting diantaranya:

  • Sebagai pelarut zat nutrisi
  • Pembentuk gula dan pati
  • Media transpor hara tanaman
  • Membantu proses pertumbuhan sel dan pembentukan enzim

Pohon sengon sendiri membutuhkan batas curah hujan minimum sendiri, yaitu 15 hari hujan dalam 4 bulan kemarau, namun juga tidak terlalu basah dengan curah hujan antara 2000-4000 mm per tahun.

Kelembaban

Selain curah hujan, kelembaban juga sangat mempengaruhi setiap tumbuhan. Reaksi terhadap kelembaban tergantung dari jenis tumbuhan itu sendiri. Kelembaban yang dibutuhkan pohon sengon berkisar 50-75%.

Kegunaan dan Manfaat Pohon Sengon

Kayu

kegunaan kayu sengon

jualbelikayu.wordpress.com

Batang kayu sengon merupakan bagian yang paling banyak memberikan manfaat. Dengan harga yang cukup tinggi, kayu sengon banyak diusahakan untuk bermacam keperluan dalam bentuk kayu olahan seperti papan-papan dengan berbagai ukuran.

Papan-papan ini digunakan sebagai bahan baku pembuat peti, industri korek api, industri pensil. papan partikel, industri kertas dan lain-lain.

Daun

Manfaat daun sengon

id.wikipedia.org

Daun sengon dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak karena mengandung banyak protein yang tinggi. Hewan ternak seperti sapi, kerbau dan kambing sangat menyukai daun sengon.

Perakaran

Pohon sengon mempunyai sistem perakaran yang banyak mengandung nodul akar. Nodul akar ini akan sangat menguntungkan bagi akar dan sekitarnya. Dan juga dapat membantu proses porositas tanah dan sebagai penyedia nitrogen dalam tanah.

Maka tanah disekitar pohon sengon menjadi lebih subur, yang selanjutnya bisa di tanami pohon lain seperti palawija, lengkuas, cabai dan lain-lain.

Budidaya Sengon dengan Langkah-langkah yang tepat

Oke, untuk kamu yang ingin menanam atau budidaya pohon sengon, bisa ikuti langkah-langkah berikut:

Pembibitan Pohon Sengon

1. Pemilihan Benih

Benih sengon yang baik

udidayasengonlaut.wordpress.com

Yang pertama dilakukan adalah memilih benih yang berkualitas dan terjamin mutunya. Lalu seperti apa ciri-ciri benih yang bagus?

  • Benih sengon harus berasal dari induk yang mempunyai sifat-sifat genetik yang baik.
  • Bentuk fisiknya tegak lurus
  • Kulitnya bersih dengan warna cokelat tua
  • Kalau direndam dalam air, maka benihnya tenggelam
  • Bentuk benihnya masih lengkap
  • Tidak menjadi inang/tempat hidup hama

Selain ke enam penampakan visual tersebut, perlu juga diperhatikan daya tumbuh dan hidupnya. Caranya dengan memeriksa kondisi lembaga dan cadangan makanannya yaitu dengan mengupas benih tersebut.

Jika masih utuh dan besar, maka benih itu mempunyai daya tumbuh yang tinggi.

2. Kebutuhan Benih

Kebutuhan benih sengon yang akan di tanam di lahan luas bisa menggunakan rumus sederhana berikut:

Misal:

* Luas lahan yang akan ditanami 1 hektar (PxL=100X100 m)
* Jarak tanam 3×2 m
* Satu lubang satu benih sengon
* 1Kg benih berisi 40,000 butir
* Daya tumbuhnya 60%
* Dan tingkat kematian selama di persemaian 15%

Maka jumlah benih = 100/3×100/2×1=1.667 butir. Namun tingkat tumbuh dan kematiannya juga perlu dihitung, sehingga secara matematis dibutuhkan 3,705 butir.

Sedangkan untuk operasionalnya, kebun seluas 1 hektar dengan jarak tanam 3×2 m dibutuhkan benih sengon sekitar 92,63 gram.

3. Perlakuan Benih

Biji sengon memiliki kulit yang tebal dan berkecambah jika berada dalam keadaan lembab. Oleh karena itu, sebelum disemaikan sebaiknya dilakukan perawatan agar kecambah benih bisa muncul lebih cepat.

Caranya rendam benih di dalam air panas mendidih (80 derajat celcius) selama kurang lebih 15-30 menit. Lalu direndam lagi dengan air dingin yang sebelumnya telah diberi pupuk hayati MiG-6+ (10ml : 1 liter air) . Lalu rendam kurang lebih 24 jam dan tiriskan.

4. Pemilihan Lokasi untuk Persemaian

Pemilihan lokasi persemaian yang tepat akan sangat menentukan berhasil atau tidaknya dalam budidaya sengon. Oleh sebab itu, ada bebrapa poin yang perlu diperhatikan:

  • Pilih lokasi yang datar atau dengan kemiringan maksimum 5%
  • Usahakan pilih lokasi yang dekat dengan air (sungai, persawahan, danau dan lain-lain)
  • Pilih tanah yang gembur dan subur, tidak berbatu dan berkerikil dan tidak mengandung tanah liat.
  • Untuk menghindari kerusakan bibit, pilih lokasi yang berdekatan dengan kebun penanaman dan jalan angkutan.

Agar bisa menampung bibit dalam jumlah besar, perlu dibangun persemaian yang didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai. Seperti bangunan persemaian, sarana produksi tanaman dan lain-lain.

Selain itu juga perlu ditunjang dengan ilmu pengetahuan yang cukup.

Langkah-langkah yang Tepat Dalam Penyemaian Benih Sengon

Setelah semuanya telah disiapkan, mulai dari pemilihan bibit hingga lokasi untuk menaburkan benih, kini waktunya penyemaian.

Tahap-tahpanya:

1. Penaburan

Penaburan dilakukan dengan tujuan memperoleh prosentase kecambah yang maksimal dan juga menghasilkan kecambah yang sehat. Dengan kualitas kecambah yang bagus maka akan menghasilkan bibit yang bagus pula.

Dalam kegiatan penaburan, bahan dan alat yang di perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

  • Benih
  • Bedeng tabur/bedeng kecambah
  • Media tabur : campuran pasir dengan tanah 1:1, lalu semprotkan media semai bersama larutan pupuk MiG-6+ (10ml MiG-6+ : 1 L air) secara merata di permukaan media semai. Diamkan selaman 3 hari.
  • Peralatan penyiraman
  • Tersedianya air yang cukup

Teknik pelaksanaan ~ Buat bedeng tabur dari bahan kayu atau bambu dengan atap rumbia. Ukuran bak tabur 5×1 meter, tinggi naungan depan 75 cm dan belakang 50 cm.

Setelah jadi, isi bedeng tabur tersebut dengan media tabur setebal 10 cm. Usahakan media tabur bebas dari kotoran agar tidak timbul penyakit pada kecambah.

Penaburan benih pada media tabur dilakukan setelah benih mendapat treatmen agar proses tumbuhnya kecambah bisa lebih cepat.

Waktu yang baik untuk melakukan penaburan adalah pada pagi atau sore hari untuk menghindari penguapan yang berlebihan.

Penaburan ditempatkan pada larikan yang telah dibikin sebelumnya. Untuk ukuran larikan ini berjarak 5 cm antar larikan dan kedalaman sekitar 2,0 cm. Saat penaburan, usahakan benih jangan saling tumpang tindih agar kecambah tidak saling menumpuk saat tumbuh.

Setelah umur kecambah mencapai 7-10 hari maka kecambah siap untuk proses penyapihan.

2. Penyapihan bibit

Langkah-langkahnya:

  • Persiapkan kantong plastik berukuran 10×20 cm dan lubangi kecil-kecil di setiap sisinya, cukup 2-4 lubang.
  • Masukan media tanam yang telah dicampur dengan tanah subur, pasir dan pupuk kandang (1:1:1). Jika tanah sudah gembur maka jumlah pasir dikurangi.
  • Setelah kantong plastik terisi dengan media tanam setinggi 3/4 bagian, barulah kecambah pohon sengon ditanam. Setiap kantong plastik diberi satu batang kecambah.
  • Kemudian semprotkan larutan pupuk hayati MiG-6+ secara merata pada permukaan. Diamkan selaman 3 hari baru kemudian kecambah ditanam. Ulangi setiap 10-14 hari sekali sampai kecambah siap untuk di tanam ( usia 6 bulan).
  • Untuk kantong plastik yang telah tumbuh anakan, diletakan di bawah para-para yang telah diberi atap agar tidak langsung terkena sinar matahari.
  • Ketika masa pertumbuhan dari anakan semai sampai bibit layak tanam, perlu dilakukan pemeliharaan secara intensif.

3. Pemeliharaan

Pemeliharaan yang bisa dilakukan terhadap bibit persemaian adalah sebagai berikut:

Penyiraman

Lakukan penyiraman pada pagi dan sore hari menggunakan nozle. Penyiraman yang optimal akan memberikan pertumbuhan yang optimal pula pada semai. Saat bibit dipindah ke area terbuka dan saat kondisi panas, penyiraman dapat dilakukan 2 x lebih banyak.

Pemupukan

Lakukan pemupukan dengan menggunakan “gir”. Pembuatan larutan dapat dilakukan dengan cara berikut:

  • Siapkan drum bekas dan isi pupuk hingga separuhnya. lalu tambahkan air hingga 3/4 bagian, tambahkan pula 15 kg TSP. Aduk hingga rata dan biarkan selama satu minggu. Setelah itu gunakan untuk pemupukan.
  • Takaran dosis pemupukan sebanyak 2 sendok makan setiap dua minggu. Pada umur 6 bulan yaitu ketika tuingginya 70 – 125 cm, semai/bibit siap untuk dipindahkan ke kebun.

4. Penyulaman

Ketika ada bibit yang mati maka perlu dilakukan penyulaman agar bibit sulaman tidak tertinggal jauh dengan bibit lainnya.

5. Penyiangan

Caranya dengan mencabut satu per satu atau bila perlu menggunakan alat namun harus tetap hati-hati agar bibit tidak ikut terangkat.

6. Pengendalian hama dan penyakit

Hama yang sering menyerang biasanya semut, tikus rayap dan cacing. Sedangkan yang termasuk penyakit adalah kerusakan bibit yang disebabkan oleh cendawan.

7. Seleksi bibit

Cara menanam pohon sengon

www.seedtechs.net

Kegiatan seleksi bibit dilakukan dengan tujuan mengelompokan setiap bibit sebelum dimutasikan ke lapangan/lahan.

Bibit yang baik tentu akan menjadi pilihan utama, sedangkan yang kurang baik perlu dilakukan pemeliharaan yang lebih intensif lagi.

8. Penyiapan lahan

Penyiapan lahan adalah membebaskan lahan dari berbagai tumbuhan penggangu dengan tujuan memberikan ruang tumbuh bagi tanaman yang akan dibudidayakan.

Ada 3 metode dalam penyiapan lahan yaitu cara mekanik, semi mekanik dan manual. Sedangkan jenis kegiatannya dibagi menjadi 2 tahap:

  • Pembersihan lahan
    Kegiatannya berupa membersihkan lahan dari semak belukar dan padang rumput.
  • Penggolahan tanah
    Setelah lahan dibersihkan, maka perlu diolah/diperbaiki struktur tanahnya dengan cara dicangkul atau dibajak.

9. Penanaman

Penanaman benih pohon sengon

www.sengonsolomon.com

Adapun kegiatan yang dilakukan adalah:

  • Pembuatan dan pemasangan ajir tanam
  • Ajir bisa dibuat dengan dari bambu atau kayu dengan ukuran PxL=0,5m x 1 cm. Tujuan dari dibuatnya ajir ini adalah untuk memberikan tanda di mana bibit harus ditanam. Maka dalam pemasangannya harus sesuai dengan jarak tanam yang digunakan.
  •  Pembuatan lubang tanam dengan ukuran 30x30x30 cm tepat pada ajir yang siap dipasang.
  • Pengangkutan bibit
  • Penanman bibit, kegiatan ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak rusak dan penempatan bibit harus tepat di lubang yang di buat tadi serta akarnya jangan sampai terlipat.

10. Pemeliharaan terhadap pohon sengon yang sudah di tanam

Penyulaman
Yaitu mengganti tanaman yang mati dengan yang baik. Ini dilakukan pada waktu pemeliharaan tahun pertama.
Penyiangan
Merupakan kegiatan untuk membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu. Caranya dengan membersihkan gulma yang tumbuh di sekeliling tanaman.
Pendangiran
Merupakan usaha yang dilakukan untuk menggemburkan tanah di sekitar tanaman.
Pemangkasan
Yaitu kegiatan memotong cabang yang tidak berguna.
Penjarangan
Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan ruang tumbuh bagi pohon sengon. Kegiatan ini dilakukan saat umur pohon sengon mencapai 2 tahun.

Sesuai siklus tebang tanam pohon sengon yaitu setiap 5 tahun, maka kegiatan pemeliharaan ini dilakukan selama 5 tahun pula.

Pada tahun pertama hingga ke tiga, pemeliharaan yang dilakukan berupa penyulaman, penyiangan, pendangiran, pemupukan dan pemangkasan cabang. Tahun berikutnya berupa kegiatan penjarangan

Demikian artikel mengenai budidaya sengon. Semoga bisa menambah wawasan kamu dan jangan lupa share kalau dirasa artikel ini bermanfaat.

loading...
Bacaan Lainnya
2 replies
  1. evrinasp
    evrinasp says:

    beberapa petani yang wilayahnya masih luas dan juga terletak di dataran tinggi di wilayah kami sudah membudidayakan sengon, namun managementnya yang perlu diperbaiki lagi

    Reply
    • Mas Poer
      Mas Poer says:

      Wahh bagus tuch sis. Selain kesadaran masyarakat, pemerintah juga perlu ikut andil dalam pengelolaan budidaya sengon. Paling tidak memberi pengetahuan tentang cara-cara yang benar menanam sengon agar hasil yang diperoleh bisa maksimal.

      Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Berikan Komentar