ilustrasi aku lahir

Aku Lahir, Aku Tumbuh, Aku Belajar dan Aku Menang

ilustrasi aku lahir

Pixabay.com

Aku lahir pada tanggal 17 Mei 1991 di Desa Maribaya , Kecamatan Karanganyar , Kabubaten Purbalingga, Jawa Tengah. Orang tuaku memberikan nama Purwanto. Aku tidak tahu mengapa mereka memeberi nama itu. Karena memang aku tidak pernah bertanya.

Namun menurut analisa saya, nama itu diambil karena saya lahir di Purbalingga dan bertepatan dengan bulan purnama, makanya wajah saya lumayana cerah, Hehehe.

Saya anak pertama dari dua bersaudara, lahir dari keluarga biasa-biasa saja. Tidak miskin apalagi kaya. Ibu bekerja sebagai pedagang klontong di kampong dan ayah bekerja di Jakarta sebagai tukang becak.

Aku Tumbuh. Permainan Tradisional

Waktu kecil, aku dan teman-teman banyak mengisi waktu dengan bermain permainan tradisonal. Yang paling terkenal saat itu antara lain, bermain kelereng, Engklek, Egrang.

1. Bermain Kelereng

bermain kelereng

kaskus.co.id

Ini adalah permainan favorit anak laki-laki. Sehabis pulang sekolah, biasanya aku dan teman-teman ramai berkumpul untuk memainkan permainan ini. Aturannya sederhana, masing-masing pemain memberikan satu kelereng yang nantinya ditaruh di tengah-tengah arena sebagai hadiah untuk pemenangnya.

Kemudian para peserta melempar kelereng kearah garis yang telah dibuat. Pemain yang melempar paling dekat dengan garis akan ditunjuk sebagai algojo pertama untuk membidik kelereng lawannya yang berada didepannya. Jika tidak kena, maka pemain yang dibidik tadi akan membidik balik.

Jika bidikannya tepat sasaran, maka yang terkena bidikan akan out. Begitu seterusnya sampai hanya ada satu pemenang. Kelereng yang dikumpulkan tadi akan menjadi hadiahnya.

2. Engklek

Permainan engklek

log.viva.co.id

Ini juga menjadi favorit aku dulu. Cara bermainnya, pertama-tama buat dulu arenanya. Cukup mudah untuk membuatnya. Bikin kotak-kotak seperti pada gambar. Lalu lemparkan batu kecil/pecahan genteng atau pakai karet juga bisa. Pemain harus melewati nomor yang ada kerikil kecil tadi.

Misalkan, pertama lempar ke nomor satu maka pemain harus lompat ke nomor 2,3,4 dengan satu kaki, nomor 4,5 dan 7,8 dengan dua kaki. Lalu balik lagi dan ambil kerikil tadi yang selanjutnya akan dilempar ke nomor 2. Begitu seterusnya sampai ke nomor 8.

3. Egrang

permainan egrang

satujam.com

Egrang terbuat dari bambu yang dimodifikasi. Biasanya dulu digunakan untu balapan sehingga disebut balapan egrang.

Sebenarnya masih banyak permainan lain yang tidak kalah seru, namun ketiga permainan itu menjadi favoritku sewaktu kecil.

Tidak seperti anak jaman sekarang yang waktu bermainnya banyak dihabiskan didepan gadget. Tidak salah memang, karena beda jaman beda pula permainannya.

Aku Belajar. Waktunya Sekolah

Aku pertama kali sekolah pada umur 4 tahun di sebuah TK (taman Kanak-Kanak) yang lokasinya tidak begitu jauh dari rumah orang tua ku.

Lalu melanjutkan ke Madrasah Ibtidaiyah (MI), tepatnya MI GUPPI 1 Maribaya. Menempuh belajar selama 6 tahun dan akhirnya aku lulus.

Seahabis lulus, tidak ada niat untuk melanjutkan ke SMP. Namun Ibu ku yang baik selalu mendorongku untuk tetap melanjutkan sekolahnya. Akhirnya aku pun ikut apa kata ibu, namun dalam hati masih berat.

Untuk masuk ke SMP, terlebih dahulu harus melakukan tes seleksi sebelum diterima sepenuhnya. Karena keinginan untuk melanjutkan sekolah yang minim, soal ujian aku kerjakan dengan asal-asalan. Namun ajaibnya aku lolos seleksi walaupun mendapat peringat 150 dari 150 siswa . Hehehe

http://sekolah.data.kemdikbud.go.id/index.php/chome/profil/F0E11E5A-2DF5-E011-902D-C3A4BDC8EB5F

Sekolah Menengah Pertama Ku | sekolah.data.kemdikbud.go.id

Ada kejadian lucu sekaligus memalukan saat aku pertama kali masuk sekolah. Waktu itu saat pelajaran fisika, aku kebelet pipis. Karena pendiam dan pemalu, aku tidak berani bilang ke ibu guru untuk izin ke toilet. Dan bisa ditebak, akupun kencing di celana. Memalukan sekali.

Tiga tahun aku lalui di SMP tanpa halangan berarti, karena memang aku anaknya rajin. Tahun 2005 aku pun dinyatakan lulus dengan nilai yang cukup memuaskan untuk anak yang awalnya tidak mau melanjutkan pendidikan.

Berbeda saat lulus MI, setelah lulus SMP aku semangat untuk melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas (SMA). Akupun mendaftar di salah satu SMA N di Kabupaten Purbalingga dan Alhamdulillah diterima.

SMA n1 Bobotsari

SMA ku Dulu | sman1boss.blogspot.com

Nilai akademik ku di SMA lumayan bagus, kecuali mata pelajaran Matematika yang selalu mendapatkan nilai 5.

AKu termasuk siswa yang tidak terlalu neko-neko, sehingga tiga tahun sekolah aku jalani tanpa ada masalah.

Aku Belajar, Bagian 2

Setelah lulus SMA, sebenarnya ingin melanjutkan kuliah. Namun orang tua tidak punya biaya. Disini proses belajar untuk menjadi lebih dewasa dimulai.

Hampir 6 bulan setelah lulus, aku tidak melakukan apa-apa. Dari situ aku sadar bahwa pendidikan bukanlah satu-satunya jalan untuk mencapai apa yang kita inginkan.

Selang enam bulan, ada saudaraku yang memberikan informasi kalau ada lowongan kerja di PT. Astra, namun untuk melamar diharuskan menyetorkan uang sebesar Rp.3.000.000.

Karena kepolosan ku dan keinginan orang tua yang ingin anaknya segera bekerja, maka  ayah dan ibuku menyanggupinya.

Berangkatlah ke Jakarta. Namun apa yang diharapkan tidak pernah terjadi. 3 bulan di Jakarta hanya tidur dan makan. Untung waktu itu ayah ada di jakarta. Sedangkan saudaraku yang telah dikasih uang tiga juta hanya berjanji tanpa ada bukti.

Pengangguran di Jakarta

Menjadi Pengangguran di Jakarta | pobersonaibaho.wordpress.com

Aku pun kembali ke kampung dengan perasaan sedih. Namu dari kejadian itu , bisa diambil hikmahnya. Jika aku bekerja di Astra mungkin gaji yang aku terima tidak berkah , karena masuk dengan cara yang tidak halal.

Aku Menang

Tulisan ini akan selalu di update hingga pada akhirnya aku menang dalam menjalani kehidupan ini. Arti menang pasti berbeda-beda pada setiap orang.

Trimakasih telah membaca tulisan ku yang kurang bermanfaat ini.

 

loading...
Bacaan Lainnya
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Berikan Komentar