Pengertian, Macam-macam dan Contoh Pantun Jenaka

loading...

Contoh pantun jenaka – Salah satu jenis pantun yang banyak disukai banyak orang adalah pantun jenaka.Selain bisa mengundang gelak tawa, pantun ini juga bisa memecah keheningan kala kita kehabisan bahan obrolan bersama teman-teman.

Selama yang kita tahu, pantun jenaka hanya berisi candaan atau humor yang bertujuan untuk menghibur orang yang mendengarnya. Namun apakah kamu tahu, kalau pantun jenaka juga banyak macamnya? Kalau belum belum, mari saya jelaskan semuanya.

Pengertian Pantun Jenaka

contoh pantun jenaka

http://newslatestfamily.blogspot.co.id/

Saya awali dari pengertian pantun jenaka. Saya yakin tanpa dijelaskan pasti semua sudah tahu. Pantun jenaka merupakan jenis pantun yang isinya bertemakan humor. Tujuannya tidak lain tidak bukan hanya untuk bersendau gurau belaka.

Pantun ini juga sering di sebut dengan pantun humor, pantun kelakar, pantun senda gurau, pantun olok-olok dan pantun sindir menyindir.

Dalam prakteknya, sering kali pantun ini digunakan untuk menyindir teman namun dalam suasana akrab, sehingga tidak menimbulkan ketersinggungan. Malah dengan berpantun seperti ini bisa menambah suasana riang.

Walaupun bebas dalam menyampaikannya, adat Melayu telah memberikan batasan-batasan agar ketika berpantun tidak melampaui batas khususnya yang berhubungan dengan adat dan agama. Ini terbukti dengan banyaknya ungkapan-ungkapan seperti, banyak tertawa banyak dukanya, banyak gurau banyak risau dan lain-lain.

Awal dari munculnya pantun jenaka adalah seringnya masyarakat Melayu berbalas pantun ketika melakukan kegiatan atau pertunjukan kesenian. Dalam suasana seperti ini, masyarkat bebas mengeluarkan perasaan dan isi hati secara bebas tanpa khawatir akan pantangan dan larangan.

Macam-macam dan Contoh Pantun Jenaka

macam macam pantun jenaka

pixabay.com

Berikut ini macam -macam pantun jenaka dengan contoh dan penjelasannya.

1. Pantun Sindir Menyindir

Merupakan pantun yang isinya berupa sindiran terhadap kawan atau seseorang.Biasanya ini digunakan tatkala kita ingin berbicara atau mengungkapkan sesuatu namun takut menimbulkan perselisihan. Dengan pantun sindiran yang bernada jenaka di harapkan suasana menjadi lebih santai namun ngena di hati orang tersebut.

Ini juga menjadi salah satu trik atau strategi untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan, miasalnya bertengkar.

Contoh pantun jenaka sindir menyindir

  • Karena sering menahan duka
    Kepala pening seakan mau mati
    Karena bersaing dengan yang tua
    Banyak bujang tak dapat istri

2. Pantun Mengolok-olok Badan

Adalah pantun jenaka yang sifatnya menertawakan diri sendiri atau orang lain. Pantun ini sangat ampuh untuk mengunang tawa, karena secara kasat mata tubuh kita terlihat.

Namun perlu lihat-lihat juga siapa yang akan menjadi objeknya. Karena hati setiap orang berbeda-beda, jangan sampai tujuan awlnya hanya sebagai hiburan malah menimbulkan kebencian.

Contoh:

Istri berharap suami berharap
Makin lama makin ngantuk
Istri berkurap suami berkurap
Capek tangan kaki meggaruk

  • Elok rupanya pohon blimbing
    Tumbuh didekat pohon mangga
    Elok punya bini sumbing
    Walau marah tertawa juga

Kalau sulit merendam pekasam
Rendamlah daun buah selasih
Kalau kulit hitam legam
Direndam setahun tak akan putih

  • Burung beruk di atas tempurung
    Telur beruk di atas piring
    Anak gemuk memakai sarung
    Di kira orang betina bunting

3. Pantun Kepandiran dan Kegagapan diri

Merupakan pantun yang menggambarkan seseorang yang ditertawakan oleh orang lain. Pantun ini selain bisa menimbulkan tawa, juga bisa sebagai obat stres dan menghibur diri karena kekurangan kita.

Baca : Pengertian Pantun Lengkap

Contoh :

  • Anak kuda tegak meringkik
    Kaki belakangnya digigit walang
    Saya buta berlagak celik
    Tahi dipegang dikira jenang

4. Pantun Jenaka Terhadap Istri

Pantun ini ditujukan suami kepada istrinya. Karakter istri yang sering marah dan ngambek, malah dijadikan lelucon oleh suami dalam bentuk pantun. Tidak hanya itu, bentuk fisik seperti gemuk juga bisa menjadi bahan untuk menciptakan pantun jenaka ini.

Namun itu bukan bermaksud merendahkan istri, lebih bermakna bahwa kekurangan istri bisa menjadi alat untuk mengungkapkan kelebihannya.

Contoh :

Bagaimana roda tidak koyak
Gigi roda kena ranting
Bagaimana kepala tidak botak
Istri empat semuanya bunting

  • Anak ayam namanya itik
    Itik dipelihara dalam kandang
    Ada untungnya punya istri cantik
    Dipandang saja perut kenyang

5. Pantun Jenaka Terhadap Suami

Pantun ini adalah pantun yang ditujukan kepada suami. Biasanya yang menjadi objek adalah suami yang gendut, sudah tua, gignya ompong, suka mabuk-mabukan, takut kepada istri, yang mempunyai istri baru, suami pencemburu, suami pemalas dan lain-lain.

Baca : 50 Contoh Pantun Buat Pacar Tersayang, Dijamin Romantis

Contohnya :

Pergi ke Malang membeli gula
Gula cepat dikerumuni semut
Ada malangnya bersuami tua
Bekerja sedikit nafas sempot

  • Kenapa kaki jadi melepuh
    Kaki menginjak besi panas
    Kenapa suami lari menjauh
    Istrinya galak mertua ganas

Ada untungnya membeli terong
Terong dimasak tidaklah pahit
Ada untungnya bersuami ompong
Meski marah tak bisa menggigit

  • Sarapan pakai nasi padang
    tak lupa kerupuk udangnya
    Kenapa suami tak mau pulang
    Takut diomelin sama istrinya

6. Pantun Jenaka Terhadap Mertua

Objek yang dijadikan pantun ini adalah seorang mertua yang memiliki karakter pemarah, memasang muka yang masam, tidak bersahabat degan menantu. Di kelomopkan dalam pantun jenaka karena objeknya kerap kali ikut campur dengan urusan rumah tangga anak.

Contoh :

Pergi ke pasar beli kipas
Kipasnya berwarna merah
Bagaimana telinga tidak panas
Mendengar mertua marah-marah

  • Bagaimana mahmud tidak malas
    Mengerjakan tugas macam-macam
    Bagaimana perut tidak mulas
    Melihat mertua bermuka masam

Bunga melati dihinggapi kumbang
Katak mati ditengah sawah
Badan lemas habis begadang
Dibentak mertua celana basah

  • Yang cantik suka berbedak
    Yang ganteng suka bergaya
    Yang galak suka membentak
    Dibentak mertua pucat muka saya
Bacaan Lainnya
loading...
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Berikan Komentar