mudik-pake-motor

Mudik Lebaran Dari Jakarta ke Purbalingga Pakai Motor

mudik-pake-motor

mudik pake motor | www.pubinfo.id

Setiap tahun menjelang hari raya idul fitri, masyarakat perantauan sudah bersiap-siap untuk mudik ke kampung halamannya.

Memang acara mudik adalah acara paling ditunggu, setelah satu tahun lamanya bekerja dan mencari nafkah di kampung orang.

Seakan sudah menjadi kewajiban, ritual mudik tidak bisa di ganggu gugat. Walaupun harus bermacet-macetan sepanjang jalan.

Dulu ketika saya bekerja di Jakarta, juga sudah merasakn mudik 4 kali. Dua kali menggunakan bus dan dua kali menggunakan motor.

Dalam artikel kali ini, saya mau menceritakan pengalaman mudik bersama teman menggunakan sepeda motor.

Persiapan

persiapan sebelum mudik

persiapan sebelum mudik | masbadar.com

Hal pertama yang perlu dipersiapkan adalah kondisi motor. Motor harus dalam keadaan fit. Oli, gear, rem, mesin semuanya harus betul-betul diperiksa.

Untungnya teman saya ini bekerja di bengkel resmi. Jadi untuk masalah ini saya serahkan semuanya pada dia.

Yang kedua, keselamtan diri. Jaket, helm standar SNI, sarung tangan motor, rompi dan sepatu sudah kami siapkan. Tidak ketinggalan air minum dan makanan ringan.

Yang ketiga, berdoa kepada Alloh agar diberi keselematan dan kelancaran hingga sampai tujuan.

Waktunya Berangkat

saatnya berangkat

saatnya berangkat | blog.universidadedoingles.com

Setelah semuanya telah dipersiapkan, kini saatnya kita mudik. Dengan mengucapkan basmallah, kami berangkat dari depok pukul 15.00.

Kemudian melewati bekasi dan keluar menuju jalur pantura. Tidak seperti yahun-tahun lau, kini jalur pantura sduah tidak macet lagi.

Ini berkat tol Cipali yang sudah mulai beroperasi. Semua kendaran pribadi dn bus dialihkan ke tol semau.

Alhasil jalur pantura kami lewati dengan kecepatan tinggi.

Terjebak macet

macet di Brebes

terjebak macet di Brebes | money.id

Setelah menikmati track lurus di jalur pantura. Kami terjebak macet ketika memasuki brebes. Mungkin penyebabnya mobil pribadi dan bus yang keluar secara bersamaan dari tol.

Rasa kangen akan orang tua, keluarga dan teman-teman yang begitu besar, menjadikan macet bukan halangan untuk terus mengendarai motor hingga sampai tujuan.

Disela kemacetan, kami menyempatkan diri untuk beristirahat seejenak dan membeli bakso. Lalu kami lanjutkan perjalanan lagi.

Akhirnya Sampai dengan Selamat

berkumpul bersama keluarga

berkumpul bersama keluarga | gambar.club

Dengan mengucap syukur, akhirnya kami sampai juga dirumah masing-masing tepat aktu sahur. Total kami mengendarai motor selama 18 jam dan hanya berhenti satu kali.

Rasa lelah terbayarkan dengan berkumpulnya kami bersama keluarga tercinta.

Seminggu itu Masih Kurang

Saya hanya diberi waktu libur seminggu, rasanya begitu cepat waktu berlalu. Sepertinya baru saja saya melepaskan kerinduan setelah setahun lamanya tidak bertemu.

Namun kini harus kembali lagi ke perantauan mengulangi kisah yang sama tahun sebelumnya. Sebenarnya ada rasa bosan bekerja di jakarta. Pengin sekali memiliki usaha di kampung yang setiap hari bisa berkumpul bersama kelauarga.

Namun keinginan itu sepertinya harus ditunda dulu. Saya harus kembali ke Jakarta utuk kembali bekerja.

Balik ke Jakarta Seorang Diri

Teman saya lebih beruntung mendapatkan cuti yang leih panjang. Jadi saya memutuskan berangkat seorang doiri ke Jakarta.

Ini pengalaman pertama kalinya bagi saya. Agak ragu dan sedikit takut waktu itu. Namun semua perasaan itu hilang, karena kepepet harus sampai ke jakarta besoknya.

Saya berangkat pukul 9 pagi melalui Pemalang.

Tas Jatuh dan Laptop Seharga 6 Juta Hancur

tas jatuh dan laptop hancur | www.professortechno.com

tas jatuh dan laptop hancur | www.professortechno.com

Ada kejadian menyakitkan saat emlewati jalur pantura. Waktu itu sekitar pukul 8 malam. Saya dengan kecepatan tinggi menikmati track lurus di jalur pantura.

Tiba-tiba secara tidak sadar tas yang saya taruh di depan jatuh, dan terlindas truck, mobil dan motor. Baju dan makanan yang didalam tas hancur.

Namun yang paling menyakitkan adalah latop ASUS seharga 6 juta yang hancur berkeping. Suaranya hancurnya masih teringat sampai sekarang.

Dengan dibantu warga, tas saya diambilkan dari tengah-tengah jalanraya.

Lemas dan pasrah yang saya rasakan saat itu. Hanya sendirian dan handphone lowbat. Sempurna sekali moment waktu itu.

Beristirahat sebentar sambil ngopi, saya lanjutkan perjalanan dengan perasaan yang sedih. Akhirnya saya sampai juga di kostan pukul 12 malam.

Bacaan Lainnya
1 reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Berikan Komentar